Aroma kesucian
Di saat kematiannya lonceng-lonceng biara berdentang sendiri. Luka di dahinya, yang tadinya cukup lebar dan menyebarkan bau tak sedap, menutup; suatu aroma wangi yang lembut tersebar. Rita menyerahkan nyawanya kepada Tuhan dalam damai, dikelilingi para biarawati.
Peti mati diletakkan di kapel, namun kemudian para suster memutuskan untuk menempatkan peti mati itu di bawah altar dekat salib, tempat di mana Rita menerima stigmatanya. Hari-hari berlalu, namun jasad Rita tetap utuh. Dan segenap penjuru orang-orang berdatangan ke biara, mereka membentuk suatu barisan yang tak terputus. Orang-orang datang mendoakan dia yang berkali-kali menembus kemustahilan, sehingga akhimya jenazahnya harus dipindahkan ke gereja di desanya. Paus Urbanus VIII membeatifikasi Rita pada tahun 1628, dan ia dikanonisasi pada tahun 1900 oleh Paus Leo XIII. Kemudian Gereja memutuskan untuk menghormati dan mempeningati dininya setiap tanggal 22 Mei, hari kelahirannya di surga, sebagai Santa Rita dan Cascia.
Santa Rita diperingati dengan prosesi, panji-panji, dan puji-pujian di Cascia setiap tanggal 22 Mei. Sampai sekarang orang-orang masih dapat mengagumi pokok anggur dan pohon mawar dalam taman di biaranya dulu, dan juga menemukan spesies lebah yang tidak ada di tempat lain.
Santa Rita sangat dipuja di Perancis Utara sampai ada beberapa gereja di sana yang menyediakan tempat khusus untuk berdoa kepadanya; tetapi tempat doa yang besar terdapat di Nice. Jika orang-orang menyalakan lilin untuk menghormati para kudus lainnya, untuk Santa Rita onang-orang membawakan dia bunga mawar. Begitulah hal itu dilakukan selama berabad-abad oleh para peziarah yang saleh untuk mengenang pohon mawar yang berbunga di tengah salju.
[Dominique Hanquart. Sumber: “Feu et Lumiere”, No. 139 -13F, April 1996]
- << Prev
- Next



