User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Article Index

Hidup bersatu dengan Yesus

Novisiat, suatu masa yang penuh kegembiraan sekaligus juga ujian dalam segala hal. Ia mengucapkan janjinya kepada Tuhan. Kedermawanannya tidak pudar; kebaikan dan kesalehannya terkenal di antara orang-orang miskin. Ia mengenakan ikat pinggang yang dilapisi duri di bawah bajunya, ia tidak ragu-ragu untuk berdisiplin melawan iblis. Suster atasannya kerapkali memperlakukan dirinya dengan keras, seperti di antaranya: menyuruh Rita untuk menyirami sebuah ranting kering yang ditanam di tanah setiap hari. Rita melakukannya dengan patuh.

Suatu malam terjadi kegaduhan di biara, dua orang suster terheran-heran oleh suatu peristiwa ajaib. Mereka mengagumi buah anggur yang tumbuh dan cabang kering yang disirami Rita setiap pagi-sore. Padahal tadi pagi cabang itu masih berupa kayu kering dan keras! Seluruh komunitas pun bersyukur kepada Tuhan.

Kabar itu tersiar ke seluruh daerah. Rita meningkatkan doanya. Ia mempunyai firasat mengenai kebutuhan akan jalan salib, yang ia lakukan dalam bilik kecilnya, bahkan sebelum praktek itu terkenal.

Penyangkalan dirinya begitu kuat, sampai suatu hari ia pernah ditemukan tak sadarkan diri. Ia begitu rindu untuk bersatu dengan Yesus. Suatu hari Kristus menjawab kerinduannya dan menganugerahi rahmat istimewa padanya berupa stigmata yang menyakitkan dan hina di dahinya, berbentuk luka bekas tusukan duri. Luka itu menyebarkan bau busuk sehingga Rita mengundurkan diri dari kehidupan komunitas; ia makan di biliknya, dan pada waktu di kapel ia berdiri di belakang.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting