User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Article Index

 

Arti Perayaan Ekaristi

Ada 4 arti utama dari Perayaan Ekaristi:

1. Ekaristi menunjukkan cinta Allah yang tidak berkesudahan bagi kita

Dari semua Sakramen, Ekaristi melambangkan peristiwa cinta antara Allah dan umat-Nya secara paling dramatis. Melalui Sakramen Ekaristi, Putra-Nya Yesus Kristus diberikan kepada kita dalam rupa roti dan anggur yang dikonsakrir. Ekaristi mengingatkan kita terus menerus bahwa Allah mencintai kita, mempedulikan kita dan datang kepada kita secara intim. Ia menyatukan diri-Nya dengan kita supaya kita bisa menjalani kehidupan dalam kasih.

2. Ekaristi mengingat dan menghadirkan kembali kurban Kristus yang berpuncak di salib

Kurban Kristus dan kurban Ekaristi hanyalah satu kurban, yang dilakukan Kristus sekali untuk semuanya. Pengertian kurban ini tidak dibatasi pada sengsara dan wafat Yesus di salib, tetapi menyangkut seluruh proses hidup Yesus, yaitu penyerahan hidup-Nya kepada Bapa yang berpuncak di salib. Karena itu, kurban Kristus merupakan ungkapan kasih Allah. Dalam perayaan Ekaristi, Gereja atau seluruh umat, diundang untuk ikut serta dalam kurban Kristus, yaitu dengan mempersembahkan kurban rohani (LG 34). Oleh Karena itu, Ekaristi adalah juga kurban Gereja. Inilah salah satu bentuk partisipasi aktif umat yang diminta dalam perayaan Ekaristi. Dengan mempersatukan diri dengan kurban Kristus maka Gereja disucikan sebagai Tubuh-Nya.

3. Ekaristi menciptakan dan merayakan kesatuan di antara umat Katolik

Kita makan dari roti yang sama dan minum dari anggur yang sama pula. Karena kita ambil bagian dalam Tuhan yang sama maka kita disatukan sebagai satu jemaat. Ekaristi merupakan kesatuan itu dan Ekaristi dalam perayaan kesatuan itu.

4. Ekaristi mengingatkan kita akan perjanjian cinta kasih antara Allah dan manusia serta perintah-Nya untuk mencintai dan melayani sesama

Yesus memecahkan roti sebagai simbol kehidupan abadi yang akan Dia berikan kepada kita dan Ia menuangkan anggur sebagai simbol penyelamatan kita oleh Darah-Nya yang tercurah. Suatu perjanjian meminta tanggapan. Maka Ekaristi mengingatkan kita agar kita memecah-mecah diri kita dan mencurahkan hidup kita, artinya kita harus mengatasi egoisme kita dan melayani sesama sebagaimana Yesus melayani kita. Pada akhir Misa kita diutus sebagaimana Yesus diutus Bapa untuk mewartakan Kabar Gembira. 

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting