Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/k5444188/public_html/plugins/content/jplayer/jplayer.php on line 32

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Article Index

Pada masa akhir hidupnya, Paus Yohanes Paulus II menetapkan tahun Ekaristi yang dimulai pada bulan Oktober tahun 2004 sampai bulan Oktober tahun 2005. Hal ini menunjukkan suatu kecintaan yang luar biasa dari Paus Yohanes Paulus II kepada Ekaristi yang diimaninya sebagai Tubuh Kristus sendiri. Teladan iman akan Ekaristi yang ditunjukkannya kepada kita, memiliki nilai yang sangat penting khususnya pada zaman sekarang ini di mana banyak orang Katolik sendiri yang mulai kehilangan iman dan rasa hormat kepada Ekaristi sebagai Tubuh Kristus. Apa sebenarnya Sakramen Ekaristi itu dan bagaimana perannya dalam hidup kita sebagai pengikut Kristus serta apa yang harus kita lakukan untuk menerima-Nya secara layak dalam hidup kita? Marilah kita lihat bersama. 

Setiap orang Katolik, tentunya sering mendengar istilah sakramen, baik di dalam Gereja maupun di kalangan umat. Dalam ajaran Gereja Katolik dikenal adanya tujuh Sakramen, yaitu: Sakramen Baptis, Sakramen Tobat, Sakramen Krisma, Sakramen Perminyakan, Sakramen Imamat, Sakramen Perkawinan, dan Sakramen Ekaristi. 

Bagaimanakah hubungan semua Sakramen itu dengan Sakramen Ekaristi? Hubungannya adalah bahwa semua Sakramen itu terarah pada Sakramen Ekaristi. Sakramen Baptis memberikan kehidupan yang adikodrati dan ilahi, sementara Sakramen Ekaristi merupakan makanan hariannya, karena Yesus sendiri adalah rotinya. Sakramen Baptis dan Sakramen Krisma merupakan persiapan yang memampukan kita untuk ikut ambil bagian dalam Sakramen Ekaristi. Seandainya kita kehilangan hidup adikodrati ini karena dosa, maka Sakramen Tobat akan memulihkan kehidupan dalam rahmat ini sebelum akhirnya kita dapat menerima Komuni lagi secara pantas. Sakramen Imamat memberi kuasa kepada imam untuk menghadirkan Yesus Kristus di altar. SementaraSakramen Perkawinan merupakan simbol kesatuan cinta antara Kristus, yang adalah Sang Mempelai Pria, dengan jiwa kita dalam Komuni. Sedangkan Sakramen Perminyakan mempersiapkan orang sakit untuk perjamuan Ekaristi Surgawi. 

Sakramen Ekaristi merupakan Sakramen dari Sakramen-sakramen. Artinya, Sakramen Ekaristi merupakan perwujudan paling istimewa atau paling unggul dari Sakramen lainnya, karena di dalam Sakramen Ekaristi ini kita disatukan dengan Kristus. Apabila Sakramen lain mengandung karunia-karunia Allah, Sakramen Ekaristi mengandung Allah itu sendiri. Jadi Sakramen-sakramen lain ditetapkan oleh Yesus Kristus untuk mempersiapkan orang kepada Sakramen Ekaristi. Sakramen Ekaristi sesungguhnya merupakan makanan bagi hidup rohani, sebab dari Sakramen inilah mengalir segenap kesempurnaan jiwa. Karena semua kesempurnaan berisikan suatu persatuan dengan Allah, dari semua sarana yang bisa dipakai untuk persatuan dengan Allah, tidak ada yang lebih baik dari Sakramen Ekaristi. Oleh Sakramen Ekaristilah orang benar-benar disatukan dengan Kristus, seperti yang dikatakannya sendiri, “Dia yang makan tubuh-Ku .., tinggal dalam Aku dan Aku dalam dia” (Yoh 6:57). Yesus telah memberikan tubuh-Nya bagi kita dalam rupa roti supaya kita bisa menjadi satu tubuh dengan Dia. 

Oleh karena itu, semakin intim hubungan kita dengan Yesus Kristus dalam Ekaristi, semakin besar dan semakin sejatilah iman kita. Sakramen Ekaristi merupakan sumber kehidupan rahmat bagi kita karena kehadiran Yesus Kristus di dalam-Nya. Ia hadir dalam Sakramen Ekaristi dengan karya penebusan-Nya yang utuh: Yesus bersama kita selalu, yaitu melalui kehadiran-Nya dalam Tabernakel, Dia hadir untuk kita dengan mempersembahkan diri-Nya sebagai kurban dalam Ekaristi, dan Dia hadir di dalam kita yaitu melalui Komuni yang kita sambut. 

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting