User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Aku adalah seorang Katolik dari lahir. Sejak aku kuliahtepatnya semester 7 tahun 2013 laluaku sudah memiliki cita-cita tentang masa depanku yang ingin kugapai. Aku memiliki impian untuk menjadi seorang yang sukses dalam berkarier di perusahaan top, lebih tepatnya di bidang keuangan karena aku adalah seorang lulusan S1 jurusan Finance. Dari dulu aku ingin sekali menjadi seorang profesional. Aku ingin meniti karier di perusahaan besar, baik yang bergerak di bidang perbankan maupun manufaktur.

Ketika aku menginjak di semester 8, aku hanya mengerjakan skripsi saja. Kira-kira sejak bulan April 2013, skripsiku sudah berada di bab-bab akhir di mana tingkat kesulitannya sudah berkurang dan aku sudah bisa mengalihkan konsentrasiku untuk mulai mencari pekerjaan, tentunya pekerjaan yang sudah kuidam-idamkan sejak aku menginjak semester 7 lalu. Tetapi, bulan demi bulan berlalu dan aku selalu gagal untuk mendapatkan pekerjaan. Aku tidak tahu apa yang salah pada diriku karena IPK-ku (Indeks Prestasi Kumulatif, red.) pun terhitung tinggi, bahkan nyaris Cumlaude. Akan tetapi, tampaknya sulit sekali untuk mendapatkan pekerjaan, bahkan mendapat panggilan saja sulit sekali.

Di pertengahan bulan Juni 2013, kekuatanku sudah mulai habis. Ditambah lagi pihak orang tua terus mendesak supaya aku mendapatkan pekerjaan secepatnya. Tekanan yang aku rasakan begitu kuat. Pada suatu malam, aku menangis layaknya anak kecil yang sudah hampir putus asa dan berdoa kepada Tuhan Yesus karena aku sudah tidak kuat lagi dalam menghadapi pergumulanku. Dan, sungguh ajaib! Keesokan harinya, Tuhan Yesus menjawab doaku. Tiba-tiba pamanku—yang adalah pemilik perusahaan yang bergerak di bidang mainanmeneleponku dan menawarkan pekerjaan padaku. Awalnya aku sempat ragu sejenak karena aku memiliki cita-cita lain dan tidak pernah sedetik pun terlintas di pikiranku akan bekerja di perusahaan pamanku sendiri. Tetapi, ibuku menguatkan dan menyemangatiku. Dia berkata bahwa tidak ada salahnya dicoba terlebih dahulu dibandingkan mengganggur saja di rumah. Aku pun menerima tawaran pekerjaan tersebut.

Pada tanggal 17 Juni 2013, aku mulai bekerja di perusahaan pamanku. Pekerjaanku waktu itu belum jelas, hanya bantu-bantu saja, atau lebih tepatnya aku dipersiapkan untuk menjadi tangan kanan pamanku yang tidak setiap hari datang ke kantor itu. Sejak awal aku bekerja sampai 31 Desember 2013, aku masih ditemani oleh seorang manajer produksi. Dia yang membimbing dan mengajariku mengenai tanggung jawabku di sini dan hal-hal apa saja yang harus diperhatikan agar seluruh kegiatan operasional perusaahan ini berjalan lancar.

Waktu terus berjalan dan tanpa terasa sudah 6 bulan lamanya aku bekerja di sana. Sejak bulan Januari 2014, aku sudah bekerja sendirian karena manajer produksi tersebut sudah mengundurkan diri. Aku menjadi seorang single fighter di sini. Aku bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan operasional perusahaan. Pamanku—selaku pimpinan—hanya datang dua kali setiap minggunya. Selebihnya, aku melakukan semua yang terbaik demi menjaga kelancaran operasional perusahaan dan terus memikirkan bagaimana caranya agar perusahaan ini mendapatkan laba setinggi-tingginya.

Namun, perlahan aku sadar bahwa aku masih memiliki impian yang sudah tertanam sejak semester 7 itu. Aku ingin sekali meniti karierku secara profesional di perusahaan besar. Aku ingin menjadi seorang yang ahli di bidang keuangan. Pekerjaanku sehari-hari di perusahaan pamanku ini membuatku tidak berkembang secara maksimal. Aku merasa tidak bisa menggapai impianku.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting