User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Article Index

 

APA ITU SAKRAMEN EKARISTI ?

Konsili Vatikan II mengatakan bahwa Ekaristi adalah sumber dan puncak seluruh hidup Kristiani (LG 11). Sedangkan Sakramen-sakramen lain juga merupakan pelayanan Gerejani serta karya kerasulan yang berhubungan erat dengan Ekaristi suci dan terarahkan kepada-nya. Sebab dalam Ekaristi tercakuplah seluruh kekayaan Gereja yakni Kristus sendiri (PO 5). 

Berbagai Nama

Perayaan Ekaristi dikenal dengan berbagai nama dan masing-masing nama menekankan salah satu dari kekayaan Ekaristi itu sendiri, misalnya Perjamuan Tuhan (1Kor 11;20), Pemecahan Roti (Mat 26:26; Mat 14:19;15:36; Mrk 8:6.19), Perhimpunan Ekaristi (1Kor 11:17-34), Kurban Syukur (Ibr13:15), Misa Kudus, dan sebagainya. 

Di antara semua nama itu, ada dua nama yang paling sering digunakan, yaitu Ekaristi dan Misa.

1. Ekaristi

Ekaristi artinya adalah ucapan syukur. Kata ini berasal dari kata-kata Yesus sendiri dalam Perjamuan Terakhir ketika Ia mengucap syukur kepada Bapa sebelum membagi-bagikan cawan kepada para rasul (Mat 26:27).

2. Misa

Dalam Bahasa Latin, kata missa artinya dipersilakan keluar. Kalau kita melihat liturgi dalam Bahasa Latin maka kita akan mengetahui bahwa liturgi ini berakhir dengan perintah Ite missa est, yang artinya: “Pergilah, engkau diutus.” Makna yang terdalam dari perintah ini adalah bahwa setelah menerima Tubuh Kristus sendiri, kita diutus untuk melakukan apa yang dilakukan oleh Kristus sendiri, atau melakukan yang dilakukan oleh Kristus sendiri, yaitu pergi ke dunia untuk mencintai dan melayani sesama. 

Unsur-unsur Sakramen Ekaristi

Sakramen Ekaristi memiliki 4 unsur utama, yaitu sarana yang digunakan, rumusan doa yang diucapkan, pelaksana Sakramen, dan penerima Sakramen.

1. Sarana yang digunakan

Sarana yang digunakan dalam perayaan Sakramen Ekaristi adalah roti dan anggur. Penggunaan sarana ini bersumberkan pada tradisi, baik dari Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru yang memiliki arti yang mendalam dalam penggunaan roti dan anggur untuk acara ibadat. 

Tanda ini pada jaman Perjanjian Lama, dipakai oleh Melkisedek yang adalah raja dan imam. Dia membawa roti dan anggur sebagai tanda persembahannya sendiri (Kej 14:18). Selain itu dalam Perjanjian Lama, roti mengingatkan pada pembebasan bangsa Israel dari Mesir yaitu ketika Israel hidup dari roti Sabda Allah (Ul 8:3). Sedangkan pesta anggur dalam Perjanjian Lama, mempunyai arti eskatologis, yaitu penantian mesianis akan pembangunan kembali Yerusalem. 

Dalam Perjanjian baru, bisa kita temukan adalah mukjizat pergandaan roti yang menunjukkan kelimpahan roti istimewa Ekaristi. Mukjizat di Kana juga menandakan penyempurnaan perjamuan nikah dalam Kerajaan Bapa yang membawa umat beriman untuk menikmati anggur baru.

2. Rumusan doa yang diucapkan

Rumusan doa yang diucapkan yaitu yang terdapat dalam doa konsekrasi dalam Perayaan Ekaristi: “Terimalah dan makanlah...” dan “Terimalah dan minumlah...” Pada waktu imam mengucapkan doa ini sambil mengangkat roti dan kemudian mengangkat piala yang berisikan anggur, saat itulah roti berubah menjadi Tubuh Kristus dan anggur dalam cawan berubah menjadi Darah Kristus.

3. Pelaksana Sakramen

Pelaksana Sakramen disebut juga pelayan Sakramen. Mereka adalah para Uskup dan Imam, yaitu yang sudah menerima Sakramen Imamat.

4. Penerima Sakramen

Siapakah penerima Sakramen? Penerima Sakramen adalah semua orang Kristen Katolik yang sudah dibaptis. 

Identifikasi roti dengan Tubuh-Nya dan anggur dengan Darah-Nya menunjukkan kehendak Yesus untuk hadir secara nyata dalam roti dan anggur. Oleh Konsili Trente, perubahan dalam perayaan Ekaristi ini dijelaskan dengan istilah transubstansiasi. Artinya dalam konsekrasi, substansi atau bahan roti diubah ke dalam substansi Tubuh Kristus dan substansi anggur diubah ke dalam substansi Darah-Nya. Perubahan ini terjadi karena kekuatan Sabda-Nya dan karena kekuatan Roh Kudus, yang tidak berubah adalah rupa, warna, berat, rasa, dan bentuk dari roti dan anggur itu. 

Kehadiran nyata Kristus dalam Ekaristi ini dimulai dari saat konsekrasi dan berlangsung selama rupa Ekaristi itu ada. Setiap rupa, baik roti maupun anggur, dalam setiap bagiannya, tercakup seluruh Kristus, sehingga pemecahan roti tidak membagi Kristus. Barang siapa menerima roti atau anggur berarti menerima Kristus yang utuh.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting