Institut santo Fransiskus de Sales
Dengan berbagai usaha, akhirnya Don Bosco dapat menyewa Graha Pinardi di Valdocco, sebuah rumah yang tidak terpakai, yang terletak di daerah terpencil. Don Bosco menjadikan ruang depannya sebagai kapel sederhana sekaligus ruang belajar. Pada pintunya Don Bosco memasang papan dengan pesan kebanggaan yang ia dapatkan dari Bunda Maria dalam mimpinya: “Haec est Domus Mea; Inde Gloria Mea”, artinya “Inilah Rumah-Ku; darinyalah Kemuliaan-Ku akan terpancar.” Tepat pada Pesta Paskah 12 April 1846 Kelompok Oratorio memiliki gereja mereka sendiri!
Pada tanggal 3 November tahun itu, Don Bosco memutuskan untuk tinggal di Valdocco. Ia meminta ibunya yang telah berusia 59 tahun, meninggalkan rumahnya di Becchi untuk mengurus rumah tangga dan menjadi ibu bagi anak-anak asuhnya. Margarita pun menjual cincin kawin dan semua barang berharganya agar dapat membayar sewa rumah, biaya keperluan rumah tangga, dan menyediakan makanan bagi anak-anak yang datang kepadanya.
Pada bulan Mei 1847 Margarita memberi tumpangan kepada seorang remaja dari Valesia. Menyusul anak dari Valesia itu, anak-anak yang lain ikut tinggal bersama Don Bosco hingga jumlahnya mencapai 30 anak. Tuhan memberkati semua karya dan usaha Don Bosco.
Pada tahun 1851 sebuah kapel St. Fransiskus de Sales didirikan dekat dengan Graha Pinardi yang sekarang telah menjadi milik Don Bosco. Bangunan-bangunan tersebut merupakan bangunan awal dari Institut St. Fransiskus de Sales.
Don Bosco pun mulai membentuk bengkel-bengkel sendiri di Valdocco: bengkel sepatu, bengkel jahit, bengkel kayu, bengkel kunci, bengkel penjilidan buku dan percetakan. Don Bosco menguasai semua bidang itu. Ia memberikan nasihat dan pelajaran bagi anak-anak. Dengan demikian, anak-anak telah siap dan matang ketika mereka bekerja di luar.
Serikat Salesian
Selain memberikan pelajaran dan pendidikan keterampilan, Don Bosco juga memberikan pelajaran khusus bagi mereka yang berminat untuk mengikuti jejaknya. Melalui mimpinya Don Bosco mengetahui anak-anak mana yang akan meninggalkannya dan anak-anak mana yang akan tetap bersamanya. Ia bahkan mengetahui masa depan anak-anaknya, misalnya: Giovanni Cagliero dari Castelnuovo d'Asti kelak akan menjadi seorang Kardinal, Michael Rua kelak akan menjadi penerusnya. Sore hari tanggal 6 Januari 1854 ia mengumpulkan mereka dan menyampaikan pesan berikut, "Sahabat-sahabatku terkasih, selama Novena menyambut pesta santo pelindung kita, St. Fransiskus de Sales, saya menganjurkan kepada kalian sejak hari ini, dengan pertolongan Tuhan, mengamalkan belas kasih kepada sesama. Setelah masa ini berakhir, kalian diperkenankan mengikat diri dengan suatu janji, dan sesudahnya dengan suatu sumpah. Mulai sore hari ini kita menyebut diri kita Salesian.”
Don Bosco tidak hanya mendirikan serikat untuk kaum pria saja, namun akhirnya ia pun mendirikan serikat untuk kaum putri. Maka, pada tanggal 5 Agustus 1872 Uskup meresmikan Kongregasi Putri-Putri Maria Pertolongan Orang Kristen, atau dikenal dengan nama Kongregasi Suster-suster Salesian dengan Maria Mazzarello sebagai Priorin. Rumah biara tersebut berhadapan dengan Institut Salesian.
Pada tahun 1876 Don Bosco juga membentuk Serikat Salesian Awam yang beranggotakan kaum awam yang bersedia membantu Salesian dengan mencurahkan segala perhatian, waktu dan dana mereka. Serikat Salesian dan Serikat Salesian Awam saling berbagi karya, doa dan berkat.



