1. Roh Kudus memampukan Paulus untuk mengakui Yesus sebagai Tuhan
Ketika orang-orang Yahudi yang menentang Yesus mendengar apa yang dialami oleh Paulus, mereka masih tidak begitu percaya, “Ah, dia ini khan yang mau membinasakan setiap orang di Yerusalem yang memanggil nama Yesus?” Pamor Paulus sebagai penganiaya jemaat Kristus begitu besarnya, sehingga banyak orang yang heran dan tidak percaya akan perubahan sikapnya. Tetapi setelah Paulus mulai tampil di depan umum dan berkhotbah di mana-mana membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias yang dinanti-nantikan, mulailah orang-orang Yahudi itu kebakaran jenggot.
Mereka mulai bersekongkol dan membuat rencana untuk menyingkirkan Paulus. Namun Paulus lepas dan perangkap mereka dan ia pun melarikan diri dan kota tersebut (lh. Kis 9:19b-25). Apa yang mengakibatkan perubahan 180 derajat pada Paulus, dan seorang penganiaya jemaat menjadi seorang pewarta keselamatan dan Kristus? Jawabannya adalah sama dengan apa yang mengakibatkan para rasul yang sebelumnya begitu ketakutan dan bersembunyi di dalam ruang terkunci rapat serta-merta tampil di depan umum memberitakan Injil Kerajaan Allah dengan suara lantang dan tanpa rasa takut sedikit pun, yakni seorang Pribadi yang kita kenal dengan nama Roh Kudus.
Pertanyaannya sekarang adalah apakah Paulus benar-benar telah dibaptis dalam Roh seperti yang telah dialami oleh murid-murid Yesus pada hari Pentekosta itu? Memang ada dua jenis baptisan waktu itu, baptisan Yohanes dan baptisan dengan Roh Kudus (bdk. Yoh 1:33; Kis 18:25). Paulus memang telah dibaptis seperti tertulis dalam Kis 9:18, tapi oleh baptisan apa? Kalau kita baca Kis 9:17, kita akan menemukan jawaban atas pertanyaan ini, “...Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.”
2. Roh Kudus mengubah cara doa Paulus
“Apabila kamu berdoa, katakanlah, “Bapa,...” (Luk 11:2-4). Setelah lolos dari para pengancamnya di Damaskus, kemanakah Paulus? Apakah ia langsung pergi ke Yerusalem seperti yang tertulis pada ayat selanjutnya, Kis 9:26, ataukah ia singgah dulu ke tempat lain? Misteri ini terjawab oleh penjelasan Paulus sendiri dalam suratnya Gal 1:17. Ternyata Paulus terlebih dahulu pergi ke tanah Arab. Menurut tradisi Gereja, selama tiga tahun Paulus mengundurkan diri ke padang gurun Arabia. Di sana ia mengendapkan segala sesuatu yang pernah dialaminya, terutama pengalaman perjumpaannya dengan Tuhan. Di sinilah cara berdoanya benar-benar diubah. Roh Kudus, Roh Cinta Kasih Bapa dan Putera, yang hadir dalam jiwanya membimbing serta mengajarkan kepada Paulus segala sesuatu yang perlu diketahuinya tentang Kristus dan misteri-misteri-Nya.
“Demikianlah Roh membantu kita dalam kelemahan kita, sebab kita tidak tahu, bagaimana seharusnya harus berdoa, tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tak terucapkan” (Rm.8:26). “Oleh Roh itu kita berseru, “Ya Abba, ya Ba pa!” Roh itu bersaksi bersama-sama dengan kita bahwa kita adalah anak-anak Allah (Rm 8:15b-16). Inilah sebenarnya inti kesaksian Paulus akan karya Roh dalam jiwanya. Roh Kudus sungguh-sungguh telah mengubah seluruh pola pikirnya akan Allah. Allah yang Mahabesar dan Mahakuasa sekarang menjadi begitu dekat, bahkan boleh disapa dengan sebutan: Abba. “Abba” dalam Bahasa Ibrani dapat diterjemahkan sebagai “Papa” dalam Bahasa Indonesia atau “Babe” dalam Bahasa Betawi atau “Daddy” dalam Bahasa Inggris. Suatu sapaan yang begitu akrab dan dalam, menembus langsung ke dalam hati Allah Bapa di Surga, melalui Kristus, dalam Roh Kudus (bdk. Yoh 14:9b. 16-17.20-23; Yoh 16:13-15).



