II. Pengenalan Akan Maria
Dalam Kitab Suci, Injil Lukas 1:26-38, memberikan kepada kita suatu gambaran yang jelas tentang Maria yang akan membantu kita mengenal Bunda Maria secara lebih dekat. Ada beberapa point pokok yang dapat kita ambil dari perikop Injil Lukas di atas yaitu:
1. Maria adalah pilihan Allah secara khusus
Hal ini bisa kita lihat secara khusus dalam ayat 28
-Latar Belakang Peristiwa
Untuk melihat dengan jelas bahwa memang Maria adalah pilihan Allah secara khusus, kita perlu membandingkan peristiwa kedatangan Malaikat Gabriel kepada Maria dan kedatangan Malaikat yang sama kepada Zakharia. (Luk. 1:5-25)
Dari perikop Luk. 1:5-25 dapat kita lihat bahwa kedatangan malaikat pada Zakharia adalah untuk menyampaikan bahwa doanya sudah dikabulkan, yaitu doa untuk memohon keturunan. Jadi kedatangan Malaikat Gabriel pada Zakharia diawali dengan adanya doa permohonan kepada Allah. Artinya bahwa apa yang akan terjadi, yaitu kelahiran Yohanes Pembaptis didasari oleh kerinduan seorang manusia yaitu ayahnya.
Sedangkan pada Maria, dikatakan dengan jelas bahwa malaikat itu memang diutus oleh Allah, tanpa didahului oleh doa permohonan atau permintaan Bunda Maria kepada Tuhan. Sehingga jelas bahwa Bunda Maria memang dipilih oleh Allah secara khusus.
-Sapaan Malaikat : “Salam, hai engkau yang dikarunia, Tuhan menyertai engkau.” Maria adalah satu-satunya yang disapa oleh malaikat dengan sapaan serupa. Sebenarnya terjemahan bahasa Indonesia yang dipakai dalam Kitab Suci kita, kurang menunjukkan arti kekuatan dan kedalaman rahmat Tuhan pada Maria. Terjemahan yang benar adalah: “Salam, hai engkau yang dikarunia secara istimewa atau yang penuh rahmat.” Jikalau sapaan itu dibandingkan dengan sapaan malaikat kepada Zakharia, “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan ...” Sapaan kepada Bunda Maria adalah suatu sapaan yang khusus dari Malaikat Gabriel karena dia mengetahui bahwa Maria adalah yang terpilih secara khusus dari Allah.
2. Dipilih sebagai apa? Yaitu sebagai BUNDA ALLAH
Ada dua kesaksian Kitab Suci yang menunjukkan bahwa Bunda Maria diangkat menjadi Bunda Allah:
-Kata-kata malaikat sendiri kepada Maria: ayat 31-32
Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah yang Mahatinggi. Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, Bapa leluhur-Nya
Malaikat Gabriel yang diutus untuk menemui Bunda Maria adalah utusan Allah sendiri untuk menyampaikan kabar gembira akan kedatangan Sang Penebus. Dalam ayat 31-32, kita dapat melihat sendiri kata-kata dari Malaikat Gabriel bahwa Bunda Maria akan melahirkan seorang anak laki-laki yang adalah Anak Allah sendiri.
-Kesaksian Roh Kudus melalui Elisabet
Dalam Luk. 1:39-45 dikisahkan bahwa Bunda Maria pergi mengunjungi Elisabet, saudaranya, istri Zakharia, yang juga sedang mengandung. Pada waktu Maria memasuki rumah Elisabet, dia disapa dengan sapaan yang mengandung suatu kebenaran yang mendalam: “Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku ?”
Secara manusiawi kita tentunya bertanya: “Bagaimana mungkin Elisabet dari dirinya sendiri bisa mengetahui apa yang terjadi pada Maria ? Dan mengapa Elisabet memanggil Maria dengan jelas sebagai ibu Tuhan, bukannya ibu Mesias yang seharusnya lebih umum dan dikenal di kalangan orang Israel?”Jawaban yg paling tepat ialah karena Elisabet didorong oleh Roh Kudus untuk menyatakan hal ini.
Jadi Maria adalah Bunda Allah. Hal ini dapat diketahui melalui Sabda Tuhan sendiri yang tertulis dalam Kitab Suci yaitu yang disampaikan oleh Malaikat dan oleh Roh Kudus sendiri melalui Elisabet. Oleh karena itu, sejak awal Gereja sudah mengakui hal ini bahkan ada dua Konsili besar yaitu Konsili Efesus (tahun 431) dan Konsili Calcedon, yang mengeluarkan pengakuan bahwa Bunda Maria adalah Bunda Allah. Keputusan ini dibuat secara resmi untuk menyelamatkan iman umat kristiani yang diombang-ambingkan oleh pendapat sesat yang mengatakan bahwa Maria bukan Bunda Allah, tetapi Bunda Yesus dan Yesus bukanlah Allah, tetapi hanya manusia.



