header carmelia 01.jpgheader carmelia 02.jpg

Iman Kepada Yesus Kristus yang Membawa Keselamatan

User Rating:  / 2
PoorBest 

Apa yang menjadikan kita sebagai orang Kristen? Hal yang pertama adalah iman akan Kristus atau kepercayaan kepada Kristus. Iman akan Yesus Kristus sangat menentukan hidup kita. Iman inilah yang akan membawa kita kepada keselamatan.


Apa yang menjadikan kita sebagai orang Kristen? Hal yang pertama adalah iman akan Kristus atau kepercayaan kepada Kristus. Tentu saja setelah mengimani kita juga harus menghayati dan melakukan perintah-perintah-Nya. Iman akan Yesus Kristus sangat menentukan hidup kita. Seperti yang dikatakan Santo Yohanes Rasul dalam Injilnya, yaitu, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadanya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3:16).

Jadi, dalam Kitab Suci jelas dikatakan bahwa iman akan Yesus Kristus sangat menentukan keselamatan hidup kita. Orang diselamatkan karena percaya akan Yesus Kristus. Pertanyaannya ialahSiapakah Yesus Kristus? Setelah lebih dari 2000 tahun dari masa Yesus hidup di dunia, kita dapat dikatakan lebih mengenal Yesus lebih daripada para rasul saat itu. Para rasul sungguh-sungguh mengenal Yesus dengan jelas setelah Pentakosta. Melalui pendalaman iman yang terus-menerus akhirnya para rasul barulah mengerti apa yang dimaksudkan dan dikatakan oleh Allah sendiri ketika Yesus masih hidup bersama dengan mereka.

 

IMAN AKAN YESUS MENJADIKAN KITA ANAK-ANAK ALLAH

Dalam pembukaan Injil Yohanes, dikatakan, “Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah” (Yoh 1:1). Maka bagi kita sekarang, sudah jelas bahwa Allah itu adalah Tritunggal Mahakudus, yaitu: Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Bapa adalah sumber segala-galanya, melahirkan secara rohani Sang Putra yang disebut juga Sang Sabda. Bapa mencurahkan seluruh diri-Nya kepada Putra, sedangkan Putra menerima dan menyerahkan secara sempurna ada-Nya kepada Bapa, dalam satu aliran kasih sempurna yang disebut dengan Roh Kudus. Maka, Roh Kudus ialah Roh Cinta Kasih yang keluar dari Bapa melalui Putra, dan dari Bapa dan Putra.

Dalam Injil Yohanes dikatakan bahwa Sang Putra Allah, yang disebut Sang Sabda, menciptakan segala sesuatu, sebab “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada sesuatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan” (Yoh 1:2). Maksudnya adalah bahwa Bapa menciptakan segala sesuatu lewat Sang Sabda dan di dalam Sang Sabda, maka tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa Sabda Allah, tanpa Putra. Sehingga kitapun yang diciptakan dalam gambaran Allah, artinya kita diciptakan menurut gambar Sang Putra Allah sendiri. Itulah martabat luhur kita, suatu rahmat Tuhan yang luar biasa, bahwa barangsiapa yang percaya diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Oleh karena iman akan Yesus Kristus, kita betul-betul dijadikan anak-anak Allah (bdk. Gal 4:5-7 dan Rm 8:17), dan sebagai anak Allah, kita mengambil bagian dalam kehidupan Allah sendiri. Hal ini ditegaskan oleh Santo Petrus, yang mengatakan bahwa kita mengambil bagian dalam kodrat Allah sendiri (bdk. 2 Ptr 1:4).

Tahap pertama kepercayaan manusia adalah Tuhan memberikan tawaran iman. Bila kita menerima tawaran Tuhan ini dan kita percaya kepada Yesus, iman ini dimeteraikan di dalam pembaptisan. Maka, bagi orang dewasa yang mau dibaptis, ia harus lebih dahulu percaya kepada Yesus Kristus dan selanjutnya, sebagai ungkapan imannya, barulah ia dibaptis. Melalui pembaptisan ini, yang merupakan meterai iman, kita dijadikan anak-anak Allah dan semua dosa-dosa kita diampuni, sehingga kita dapat mengambil bagian di dalam hidup Allah sendiri. Karena Yesus sudah dipilih oleh Allah, dijadikan yang sulung di antara banyak saudara, maka kita juga menjadi saudara-saudara Yesus, seperti yang ditulis oleh Santo Paulus, “Sebab semua orang yang dipilihNya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung diantara banyak saudara” (Rm 8:29).

Jadi, kepercayaan kepada Yesus itulah yang menjadikan kita sebagai orang-orang beriman, yang artinya pengikut-pengikut Kristus. Kepercayaan akan Yesus itu diungkapkan dalam pembaptisan. Pembaptisan merupakan awal dari suatu hidup yang baru, maka selanjutnya kita juga mau menerima apa saja yang diajarkan Yesus.

Iman yang diungkapkan dalam pembaptisan, kemudian diteguhkan kembali melalui Sakramen Krisma. Dalam Sakramen Krisma, Roh Kudus dicurahkan secara khusus untuk menguatkan dan menjadikan kita pengikut-pengikut Kristus yang tangguh. Jika Sakramen Baptis dan Sakramen Krisma dihayati sungguh-sungguh, maka kita akan tahu dan mengalami bahwa Yesus sungguh-sungguh hidup.

Rahmat pengudus yang dicurahkan, mengubah kita menjadi anak-anak Allah yang harus terus-menerus berkembang sampai akhirnya menjadi sempurna. Rahmat pengudus adalah awal dari hidup abadi, sebab hidup abadi di surga tidak lain adalah kepenuhan dari rahmat pengudus itu sendiri. Oleh karena itu, orang yang percaya kepada Tuhan dan hidup menurut perintahnya, atau dengan kata lain hidup dalam rahmat pengudus, dapat dikatakan sudah memiliki hidup kekal sejak sekarang ini. Jadi, siapa saja yang percaya kepada Kristus, ia sudah memiliki hidup yang kekal, jika ia tinggal dalam kasih Allah dan hidup dalam rahmat pengudus itu.

Rahmat pengudus bisa hilang karena dosa-dosa kita, yaitu dosa berat. Dosa ringan dapat melemahkan jiwa kita, tetapi dosa besar sungguh menghilangkan rahmat pengudus. Bila orang meninggal dalam keadaan kehilangan rahmat pengudus, maka ia akan terpisah dengan Allah untuk selama-lamanya. Sebaliknya, bila orang meninggal dalam rahmat pengudus, maka ia meninggal sebagai sahabat-sahabat Allah.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting