User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive
 

Article Index

1. Kematian Ibunya Tercinta

Kematian ibunya membuat watak Teresia berubah sama sekali, ia mengalami beban mental yang berat, ia begitu sedih. Teresia yang dulunya riang gembira, hidup menjadi pemalu, perasa yang berlebihan, sebuah pandangan cukuplah membuat ia mengalirkan airmata. Namun kasih sayang dari Papanya yang terkasih dan saudari-saudarinya membuat Teresia terhibur. Allah yang baik itu telah mengaruniakan kemurahan dan kehangatan kasih melalui mereka.

2. Kesulitan Pergaulan di Sekolah

Teresia tergolong yang termuda di sekolahnya. Dan meskipun Teresia masih sangat muda, namun ia selalu menjadi juara kelas dan ia disukai oleh semua suster. Kakak-kakak Theresialah yang seringkali mengajar dan membimbingnya sehingga Teresia menjadi anak yang paling maju di antara kawan-kawannya. Keberhasilan Teresia itu rupanya menimbulkan cemburu dan iri hati temannya di kelas. Sehingga ada temannya yang dengan berbagai macam cara berusaha merendahkannya. Teresia yang pemalu dan perasa tidak tahu bagaimana harus membela diri selain menangis tanpa mengucapkan sepatah katapun. Ia tak pernah mengadukan deritanya itu kepada siapapun. Saat itu Teresia merasa belum cukup memiliki kebajikan untuk mengatasi derita dan duri-duri kehidupan. Tetap syukurlah ia setiap malam kembali ke rumahnya, hatinya terhibur karena kasih sayang dan papanya sehingga menghilangkan deritanya.

3. Pauline Masuk Biara Karmel

Setelah kematian ibunya kakaknya Pauline menggantikannya sebagai ibu bagi Teresia. Namun Pauline pun pergi meninggalkan Teresia untuk masuk dalam biara. Maka Teresia kehilangan mamanya yang kedua yang sangat dikasihinya. Kenyataan ini membuat hati Teresia amat sedih. Teresia melihat hidup itu tak lain daripada penderitaan dan kesedihan serta perpisahan yang bersinambung. Waktu itu ia sedih dan menangis karena ia belum mengerti apa-apa tentang sukacita di dalam kurban. Teresia merasa penderitaan itu melampaui batas kemampuannya sehingga ia jatuh sakit.

4. Teresia Menderita Penyakit yang Aneh

Penyakit yang diderita oleh Teresia sesungguhnya ulah setan yang geram karena masuknya Pauline ke biara Karmel. Setan mau melampiaskan kemarahannya kepada Teresia karena setan melihat bahwa kelak setan akan dirugikan oleh keluarga mereka. Teresia menderita sakit yaitu sering diserang sakit kepala, demam, gemetar, dan dokter mengatakan bahwa Teresia menderita penyakit yang belum pernah diderita oleh anak di usia muda seperti dia. Kakaknya Marie merawatnya dengan lembut dan penuh kasih. Selama ia belum sembuh ia terus dirawat sebagai orang sakit dan hal itu membuat batinnya sungguh menderita. Hal itu dikatakannya kepada Marie dan juga kepada Bapa pengakuannya. Kemudian Marie dan Bapa pengakuannya menenangkannya bahwa Allah yang baik mau memurnikannya dan membuatnya rendah hati dengan membiarkan cobaan itu sampai ia masuk Karmel. Selama sakitnya Teresia mendapatkan kasih sayang dari Papanya, Marie, om dan tantenya serta sanak keluarganya. Pada suatu hari Papa Teresia memberi beberapa keping uang kepada Marie seraya minta kepada Marie agar ia menulis ke Paris mohon misa dalam gereja S. Maria Ratu Kemenangan untuk kesembuhan puterinya yang malang. Kemudian Ratu Surgawi itu tersenyum dan Teresia pun sembuh dan sakitnya. Maria Ratu surgawi menghentikan angin taufan dan melindungi bunganya yang lemah.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting