header carmelia 01.jpgheader carmelia 02.jpg

Yesus, Sang Penyelamat dalam Kehidupan Kita

User Rating:  / 1
PoorBest 

 

Kehadiran Tuhan Yesus merupakan suatu tanda bahwa Dia amat mencintai kita. Kasih-Nya yang begitu agung diberikan kepada kita melalui penyerahan diri-Nya di atas kayu salib untuk menebus segala dosa kita, untuk menyelamatkan kita dari kuasa maut dan membawa kita kepada suatu kehidupan baru yang penuh damai sukacita. Di sini kita akan melihat pribadi Yesus itu sebagai Seorang Penyelamat bagi diri kita masing-masing, bagaimana Dia yang adalah seorang Putra Allah Yang Mahatinggi mau merendahkan diri-Nya untuk menjadi seorang manusia hina dan mati di kayu salib demi kita manusia berdosa. Yesus datang ke dunia sebagai seorang JuruSelamat bagi seluruh dunia, Ia datang sebagai Penyelamat bagi diri kita semua.

Dalam diri-Nya, Yesus mendapat banyak gelar yang seringkali digunakan untuk menyebut pribadi-Nya, misalnya Yesus Sang Anak Domba, Yesus Gembala Yang Baik, Yesus Sahabat kita, Yesus Sang Raja, dan lain-lain. Salah satu gelar Yesus yang paling berharga dan utama adalah Yesus Sang Penyelamat. Tidak ada gelar yang lebih berharga daripada gelar Penyelamat ini. Kita mengetahui bahwa manusia sejak dahulu telah merindukan datangnya Sang Penyelamat. Sejak masa Perjanjian Lama, dikatakan bahwa orang-orang Yahudi menanti-nantikan kedatangan seorang Mesias yang akan menyelamatkan mereka. Ketika Yesus muncul dalam Perjanjian Baru, mereka mengharapkan Yesus datang untuk menyelamatkan mereka dari penindasan kekuasaan Romawi. Yesus memang datang ke dunia untuk menyelamatkan umat manusia yang amat dikasihi-Nya, namun bukan hanya seperti yang diharapkan oleh orang Yahudi yaitu sekedar menyelamatkan dan membebaskan secara manusiawi dari penjajahan bangsa asing, tetapi lebih dari itu semua, Yesus datang untuk menyelamatkan kita dari belenggu dosa, dari ikatan-ikatan kuasa kegelapan dan kuasa maut. Yesus datang untuk membawakan suatu kehidupan baru yang mengarah kepada kehidupan kekal itu, yaitu kehidupan persatuan dengan Allah sendiri.

Saat ini kita akan melihat hubungan penyelamat ini dengan apa yang ada di dalam kitab suci. Dalam Perjanjian Lama, penyelamat (=soter) tertuju kepada tokoh-tokoh tertentu, misalnya Otniel dan Ehud yang disebut dengan sebutan ‘penyelamat’  (lih. Hak 3:9.15) Pada zaman nabi Nehemia umat mengenang dan mengingat bahwa Allah telah berjanji kepada umat-Nya untuk mengirim seorang penyelamat yang akan membebaskan mereka dari kejahatan (Neh 9:27). Tokoh-tokoh dalam Kitab Suci yang disebut sebagai penyelamat itu tidak ada bandingnya dengan Sang Penyelamat yang muncul kemudian. Anak Allah yang menjadi Penyelamat Utama bagi seluruh umat, bukan hanya untuk umat Israel, tetapi semua umat manusia. Di sini kita akan melihat makna ‘keselamatan’ atau keadaannya.

  • Dalam Perjanjian Lama, kata ‘keselamatan’ atau disebut juga dengan ‘soteria’ kerap dihubungkan dengan ketenteraman, kesejahteraan, damai dan kemakmuran.  Soteria dapat juga berarti pembebasan dari situasi yang menyedihkan. Contohnya ketika Hana mendapatkan anak maka ia bebas dari kemandulan dan ia berbahagia karena keselamatan itu (1Sam 2:1).
  • Soteria bisa juga mengandung makna pertolongan dalam situasi bahaya dan penuh ancaman, juga bisa berarti pembebasan dan sekaligus kemenangan, seperti ketika Eleazar memukul mundur bangsa Filistin (lih. 1Taw 11:14), juga ketika Allah memberikan keselamatan/soteria kepada bangsa Israel pada saat mereka dikejar oleh tentara Firaun dengan membelah Laut Merah sehingga orang Israel dapat melewatinya dengan selamat (Kel 14:13; 15:2).
  • Lebih luas lagi, soteria/keselamatan ini dihubungkan dengan pengalaman dosa. Keselamatan adalah pelepasan dari kuasa dosa yang membelenggu manusia. Keselamatan ini kemudian dihubungkan dengan pandangan tentang akhir zaman atau eskatologis, itu berarti kebebasan dari ancaman kesengsaraan abadi. 
www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting