ducklings-2014-01.jpgducklings-2014-02.jpg

Cinta & Persahabatan dalam Refleksi Yoh 15:13

User Rating:  / 3
PoorBest 
 

Yesus mengatakan kepada para muridNya “Tiada cinta yang lebih besar daripada dia yang memberikan nyawanya kepada para sahabatnya…” Apa yang dikatakan Yesus dalam Injil ini sangat menarik untuk direnungkan terutama ketika kita berbicara tentang cinta dan persahabatan. Apa itu cinta? Apa itu persahabatan? Dalam kehidupan setiap hari dua hal ini saling berdekatan. Ketika kita menjalin sebuah persahabatan, apa toh yang hendak kita beri kepada sahabat kita kalau bukan cinta. Cinta begitu akrab dengan kita setiap hari. Cinta bukan saja perkara perasaan (feeling), atau sekedar daya tarik erotis saja, tetapi cinta itu memiliki makna yang begitu dalam. Begitupun dengan persahabatan. Persahabatan adalah sesuatu yang sangat penting, bukan karena sangat menyentuh aspek psikologis seseorang sebagai pribadi, melainkan persahabatan menyentuh langsung konteks kehidupan bersama. Persahabatan itu amat baik dan mempesonakan. Orang yang saling bersahabat biasanya saling menjaga, peduli satu sama lain, berbagi kesulitan dan kegembiraan bersama. Dalam konteks dunia hidup manusia sangat memungkinkan persahabatan. Kepenuhan manusia ada justeru dalam hubungannya dengan yang lain. Dalam persahabatan hubungan “aku-engkau” menemukan kepenuhan penjabarannya. Dalam persahabatan engkau tidak lagi sebagai pribadi yang lain yang berbeda dari aku, melainkan menjadi aku yang lain yang berbicara kepadaku. Karena orang lain adalah aku yang lain, aneka pengalaman kegembiraan, harapan dan kecemasannya adalah kegembiraan, harapan dan kecemasanku juga. Kalau orang lain susah, lapar, itu juga adalah kesusahan dan kelaparanku.

Lalu apa yang dikatakan Yesus tentang dua hal yang kita angkat di atas? Mari kita kembali ke teks Yoh 15, 13 “Tiada cinta yang lebih besar daripada dia yang memberikan nyawanya kepada para sahabatnya…” Ada beberapa hal yang ingin kita refleksikan dari ayat ini yakni memberikan, nyawa dan para sahabat. Pertama, cinta itu aktivitas memberi. Kalau seorang mencintai orang miskin, tidak mungkin hanya membayang-bayang saja, sebab kalau demikian, itu bukan cinta namanya. Lalu aktivitas apa? Menurut Yesus aktivitas cinta adalah aktivitas memberi. Cinta itu menjadi konkret kalau kita memberikan sesuatu kepada orang lain. Cinta tidak bisa “mbatin saja.” Dia harus diungkapkan keluar. Kedua, cinta itu memberikan nyawa. Nyawa adalah sesuatu yang paling berharga yang pernah kita miliki. Nyawa dalam pengertian ini adalah hidup itu sendiri. Cinta itu adalah aktivitas memberikan apa yang paling berharga, yang paling bernilai, yang terbaik. Memberikan nyawa artinya memberikan segala-galanya. Apa bedanya kalau kita memberi mobil, cincin, emas, dll? Bedanya ialah jika memberikan nyawa itu memberikan semuanya sedemikian rupa sampai orang tidak mungkin lagi menikmati balasannya. Kalau kita dengan tulus memberikan hidup kita kepada orang lain, itu berarti tidak lagi memberi kesempatan orang lain untuk merespon. Orang mau balas atau tidak, bukanlah persoalannya. Jadi memberikan nyawa adalah aktivitas cinta yang tuntas. Ini jugalah yang dilakukan Yesus kepada manusia yaitu dia memberikan nyawaNya demi cinta. Ketiga, cinta yang sejati adalah memberikan nyawa kepada sahabatnya. Kepada sahabat artinya kepada dia yang dengannya saya sungguh terlibat, seperasaan dan sehati. Dalam konteks yang lebih luas, memberikan naywa kepada sahabat adalah memberikan seluruh diri kita, perhatian kita kepada mereka yang menderita, yang miskin, yang terkena bencana. Memberikan nyawa kepada orang lain tidak saja dimengerti mengorbankan hidup kita sampai dibunuh atau apalah namanya, tetapi memberikan nyawa bisa juga berjuang bersama sesama kita yang mengalami kesesusahan, kita menjadi senasip dengan mereka. dan harus diingat juga, bahwa tidak semua pemberian nyawa adalah tanda cinta. Motivasi atau alasannya sangat menentukan di sini. Mari kita membagi cinta kita kepada para sahabat kita, siapapun mereka.

 

Albertus dari Trinitas CSE

Penulis tetap di situs Carmelia

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting