User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Dalam injil Markus, kita dapat melihat berbagai pelayanan Tuhan Yesus. Ia melayani, mewartakan injil, dan menyembuhkan orang-orang yang sakit (bdk. Mrk 1:29-39). Kalau kita perhatikan pelayanan-pelayanan Tuhan Yesus, Ia sering berjumpa dengan suatu realitas dunia yang lain, yakni dunia yang tidak kelihatan yang kita sebut dunia kegelapan atau dunia roh-roh jahat yang memusuhi Kerajaan Allah.

 


 

PENDAHULUAN

Dalam injil Markus, kita dapat melihat berbagai pelayanan Tuhan Yesus. Ia melayani, mewartakan injil, dan menyembuhkan orang-orang yang sakit (bdk. Mrk 1:29-39). Kalau kita perhatikan pelayanan-pelayanan Tuhan Yesus, Ia sering berjumpa dengan suatu realitas dunia yang lain, yakni dunia yang tidak kelihatan yang kita sebut dunia kegelapan atau dunia roh-roh jahat yang memusuhi Kerajaan Allah.

 

TUGAS PERUTUSAN PARA MURID YESUS

Ada tiga hal yang diperintahkan Yesus kepada para murid setiap kali Ia mengutus para murid-Nya. Pertama, mewartakan kabar gembira—yaitu injil—supaya orang mengenal sabda Allah sehingga mereka diselamatkan dengan percaya kepada Allah. Injil benar-benar merupakan suatu kabar gembira. Kedua, menyembuhkan banyak orang. Hal ini tampak dalam perintah Tuhan Yesus, yaitu “Sembuhkanlah orang sakit…tahirkanlah orang kusta” (bdk. Mat 10:8). Pernyataan-pernyataan ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus sungguh-sungguh turut campur tangan dalam kehidupan kita. Ia selalu memerhatikan keadaan kita, kebutuhan kita, penderitaan kita, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kita. Ketiga, yang juga termasuk dalam penyembuhan yang khusus, yaitu yang kita sebut dengan “pengusiran roh-roh jahat”. Tuhan Yesus mengusir banyak setan dan Ia juga memerintahkan para murid-Nya: “Usirlah setan-setan” (bdk. Mat 10:8). Para murid pun diberi kuasa oleh-Nya untuk mengusir roh-roh jahat.

 

tuhan peduli akan hidup kita

Kita menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita, tidak pernah lepas dari tangan Tuhan. Tuhan mengetahui segala sesuatu, dan bahkan juga menguasai peristiwa-peristiwa yang menimpa manusia. Kalau kita renungkan bagaimana Tuhan Yesus sendiri mengatakan, “Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku” (Yoh 10:18), maka kita melihat bahwa Ia berkuasa atas segala-galanya. Tidak ada satu peristiwa pun yang tidak diketahui oleh Tuhan Yesus. Namun, kadang-kadang Ia membiarkan hal-hal tertentu terjadi, yang mungkin melampaui pemikiran kita. Untuk semua hal tersebut, Tuhan mempunyai alasannya sendiri. Oleh karena itu, kita harus melihat segala sesuatu dalam pandangan iman.

Terhadap segala peristiwa yang terjadi, segala kekacauan, dan segala kekejian, kita melihatnya bukan hanya dengan pandangan manusia belaka, tetapi dengan pandangan yang menembus lebih dalam lagi, yakni kita melihat apa makna di balik semuanya itu. Melalui semua peristiwa tersebut, kita harus bertanya apa pesan Tuhan atau apa yang mau disampaikan-Nya kepada kita melalui kejadian-kejadian itu.

Dewasa ini sebagai umat Kristen, kita hidup dalam ketakutan dan kekhawatiran karena sewaktu-waktu malapetaka dan hal lainnya bisa mengancam kita. Kekacauan-kekacauan yang terjadi sejak beberapa waktu yang lalu, ternyata belum juga habis, tetapi malah merambah ke mana-mana.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting