header-carmelia17---easter-01a.jpgheader-carmelia17---easter-02a.jpg

Mereka Takjub Mendengar Pengajaran-Nya

User Rating:  / 0
PoorBest 

“Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak:"Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah." Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya. Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: "Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya." Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea” (Mrk 1:21b-28).

 

Perikop Kitab Suci: Ibr 2:5-12; Mrk 1:21b-28

Berefleksi atas bacaan-bacaan di atas saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

  • Kata-kata yang keluar dari dan melalui mulut pada umumnya sangat berpengaruh bagi kehidupan kita sendiri maupun orang lain. Apa yang keluar melalui mulut berupa kata-kata atau omongan pada umumnya juga menunjukkan isi hati atau pribadi orang yang bersangkutan. Pasangan dari kata-kata atau mulut adalah pendengaran atau telinga; apa yang didengarkan membentuk dan mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan pribadi yang bersangkutan. Anak-anak yang masih berada di dalam rahim ibu atau belum dapat berkata-kata dengan jelas dapat mendengarkan aneka macam suara yang ada di lingkungan hidupnya, dan apa yang mereka dengarkan berpengaruh dalam perkembangan dan pertumbuhan kepribadiannya. Maka dengan ini kami berharap secara khusus kepada orangtua atau orang dewasa untuk menjadi teladan dalam berkata-kata yang baik, sehingga apa yang dikatakan penuh kuasa untuk mengusir aneka macam kejahatan atau melawan aneka macam godaan untuk berbuat jahat. Ketika di lingkungan hidup kita ada orang yang tidak baik atau tidak setia pada panggilan dan tugas pengutusannya, marilah kita tegur atau ingatkan dengan kata singkat, tegas dan jelas serta tepat sasaran. Untuk itu memang pertama-tama kita juga harus mendengarkan dengan baik apa yang sebenarnya sedang terjadi. Biarlah karena kata-kata yang bijak dan penuh kuasa yang keluar melalui mulut kita menjadi bahan omongan dan keheranan di antara mereka yang mendengarkan dan mereka juga akan berkata sebagaimana disampaikan kepada Yesus: “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintahkannya dan mereka taat kepadanya”.
  • "Aku akan memberitakan nama-Mu kepada saudara-saudara-Ku, dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaat,” (Ibr 2:12). Kutipan ini menggambarkan apa yang dihayati oleh Yesus, dan kita semua dipanggil untuk meneladan Dia. Kita dipanggil untuk memberitakan nama Tuhan kepada saudara-saudari kita dan memuji-muji Tuhan di tengah umat atau masyarakat. Di Indonesia ini setiap hari kita dapat mendengarkan suara Adzan yang dikumandangkan melalui masjid-masjid “Allah yang Maha besar”, suatu ajakan atau peringatan untuk mengimani bahwa yang terbesar adalah Allah. Karya Allah yang Maha besar kiranya antara lain dapat menjadi nyata atau terwujud dalam diri sesama kita yang berkehendak dan berbuat baik, Maka panggilan untuk memuji-muji Allah di tengah umat atau masyarakat berarti memuji-muji sesama kita yang berkehendak dan berbuat baik. Hemat saya semua orang berkehendak baik, namun karena saling kurang mendengarkan maka terjadilah kesalahpahaman yang berkembang menjadi permusuhan dan perpecahan. Marilah kita saling membuka hati, jiwa, akal budi dan telinga tubuh kita untuk saling mendengarkan kehendak baik agar kita dapat saling memuji satu sama lain di dalam kehidupan bersama kita. Memberitakan nama Tuhan dan memuji-muji Tuhan hendaknya menjadi konkret dengan memberitakan apa yang baik dan memuji-muji saudara-saudari kita yang berkehendak dan berbuat baik. Jauhkan sikap dan tindakan untuk mengutamakan melihat dan memperhatikan kelemahan dan kekurangan dari saudara-saudari kita alias hendaknya senantiasa berpikir positif terhadap saudara-saudari kita, ‘positive thinking’. Dengan sikap dan tindakan demikian kita akan mahir dalam pembedaan roh (spiritual discernment) yang sangat dibutuhkan dan mendesak untuk dihayati dan disebarluaskan dalam kehidupan bersama pada masa kini.

 

“Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya: kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang; burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan “ (Mzm 8:5-9)

 

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting