User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Article Index

Saya teringat akan kisah seorang ibu di Bengkulu, Indonesia. Kurang lebih setahun yang lalu, di Bengkulu terjadi gempa yang dahsyat, yang menghancurkan sebagian besar propinsi tersebut. Selepas gempa, mulailah usaha pencarian korban-korban yang tertimpa reruntuhan. Suatu ketika regu penyelamat mendengar tangisan anak kecil. Ketika dicari sumbernya, ternyata suara tersebut berasal dan bawah suatu reruntuhan rumah. Mulailah mereka menggali dengan penlahan-lahan. Tangisan anak kecil itu semakin keras terdengar sehingga mereka mempercepat kerja mereka. Akhirnya potongan batu terakhir diangkat. Apa yang mereka lihat? Sungguh mengharukan, seorang ibu sedang merangkul anaknya, melindunginya dari reruntuhan. Anaknya selamat, tetapi ibu tersebut sudah tidak tertolong lagi. Lihat, seorang ibu saja, yang hanya manusia, begitu mencintai anaknya sehingga rela berkorban sampai mati untuk anaknya, apalagi Roh Kudus yang melindungi tidak hanya badan, tetapi jiwa kita. Tidak mungkin ia akan membiarkan kita binasa. Ia akan selalu melindungi kita.

Lalu, adakah kemungkinan bahwa suatu saat Roh Kudus tidak bisa lagi ada di dalam jiwa kita? Roh Kudus tidak akan meninggalkan kita kecuali. . . kalau kita berbuat dosa berat, dosa yang kita lakukan dengan tahu dan mau. Ini sangat mengerikan dan karenanya kita mengusir Roh Kudus dari jiwa kita bersama semua cinta-Nya. Kasihan Roh Kudus. Ia begitu mencintai kita. Ia adalah sahabat kita yang paling agung. Ia begitu ingin bersama dengan kita, bercakap-cakap dengan kita, memperhatikan kita, menolong kita, menghibur kita. Namun, Ia tidak bisa melakukan semuanya itu kalau kita sendiri menolak Dia, menolak cinta-Nya, menolak perhatian-Nya dengan melakukan dosa berat. Dengan berbuat dosa be- rat kita sebenarnya telah mengusir Dia dari dalam jiwa kita. Bukan Roh Kudus yang tidak mau tinggal dalam jiwa kita, melainkan kitalah sebenarnya yang mengusir Dia. Dengan mengusir Roh Kudus, jiwa kita kehilangan pelindung. Mungkin kalau seorang anak kecil kehilangan ibunya, ia masih bisa ditolong ayahnya, atau sanak saudaranya, atau orang lain. Akan tetapi, kalau jiwa kita kehilangan Roh Kudus, kita kehilangan segala-galanya. Tidak ada lagi yang melindungi kita. Dengan mudah kita akan jatuh ke dalam kekuasaan setan, yang akan menarik kita kepada kebinasaan.

Kalau Anda melakukan dosa berat, ketahuilah bahwa Anda telah mengusir Roh Kudus dari jiwa Anda. Sesailah hal itu. Bertobatlah sekarang juga. Pernahkah Anda melihat bangkai yang membusuk? Jiwa yang membusuk akibat dosa jauh lebih mengerikan dibandingkan dengan bangkai yang membusuk. Akan tetapi, Tuhan Yesus sanggup menyembuhkan kita, mengampuni dosa kita. Sama seperti Ia sanggup menyembuhkan orang yang sakit kusta dalam Injil, Ia juga sanggup menyembuhkan kita dari kusta rohani, yakni dosa. Ada satu sakramen dalam Gereja Katolik yang sangat berharga dan luar biasa, yakni Sakramen Pengakuan Dosa. Mengapa Anda tidak menggunakan sarana ilahi ini? Jangan menunda terus karena besok mungkin sudah terlambat.

Sebagai penutup, izinkan saya untuk men-sharing-kan pengalaman pribadi saya. Saya adalah seorang biarawan. Namun, sebagai biarawan saya juga adalah manusia yang tidak lepas dari dosa. Dalam pengalaman-pengalaman saya, begitu saya melakukan suatu perbuatan dosa biasanya tidak berhenti di situ saja. Dengan melakukan dosa, saya merasa lemah dan memang kenyataannya, dengan lebih mudah saya terseret untuk melakukan dosa-dosa lain. Daya tahan saya terhadap godaan menjadi semakin lemah. Namun, apabila saya atas rahmat Allah menyadari segala dosa saya, lalu bertobat dan mengakukan dosa-dosa tersebut, kekuatan saya membesar. Lebih daripada itu, saya diberi rahmat untuk berjuang tents untuk maju dalam hidup rohani menuju kesucian. Semoga kita semakin menyadari kehadiran Roh Kudus di dalam jiwa kita dan mencintai-Nya di atas segala sesuatu. Amin.

www.carmelia.net © 2008
Supported by Mediahostnet web hosting